Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

GERSANG-Gersang Bumi Tanpa Hujan,Gersang Minda Tanpa Ilmu,Gersang Hati Tanpa Iman,Gersang Jiwa Tanpa Amal.

HomeSalam Sejahtera SemuaNov 16, 2008
Disclaimer:
Blog ini semata2 hanya untuk koleksi peribadi sebagai peringatan dan mengambil ikhtibar dalam cerita2 yang tertara di sini, sesiapa yang sudi membacanya disilakan untuk sama2 merenungkan banyak perkara2 yg berlaku dalam masyarakat kita dan di mana2 saja , cerita2 yang menghayat hati yang berlaku di sekeliling kita walaupun susah nak dipercayai tapi itu lah hakikat hidup yg sebenarnye, kekadang sungguh menyedihkan yg berlaku di zaman yg super canggih ini. Semoga kita semua senantiasa di beri pertunjuk dan hidayah ke jalan yang di redhai Allah.Amin.Amin ya Rabbal Alamin.


Sabda junjungan Agung kita semua umat Islam Baginda Rasulullah s.a.w: "Ballighu anni walau aayah" (Sampaikanlah apa yang kamu dapat daripadaku walau hanya satu ayat)


Dari Melaka pergi ke Pahang
Singgah di Johor beli barangan
Kami mengucap Selamat Datang
Apa yang kurang dikeji jangan

Cuaca gelap semakin redup,Masakan boleh kembali terang,Budi bahasa amalan hidup, Barulah kekal dihormati orang

Sang puteri pergi berenang
Sambil berenang berdondang sayang
Jika hidup dikurnia senang
Jangan lupa tikar sembahyang

Selasih tumbuh di tepi telaga
Selasih dimakan si anak kuda
Kasih ibu membawa ke syurga
Kasih saudara masa berada

PERINGATAN BUAT DIRI KU:
"Ya Allah, jadikan hari ini, hari yang terbaik untukku
Kalau aku mati hari ini, matikan aku dalam iman
Kalau aku panjang umur, jadikan hari ini hari yang lebih terbaik
dari hari semalam.Amin..."

**4 perkara yang berharga
Telah Bersabda Nabi s.a.w : Yang bermaksud:"Ada empat perkara yang berharga dalam diri manusia dan dia boleh hilang dengan empat perkara juga. Adapun yang berharga itu ialah Akal, Agama, Malu dan Amal soleh. Maka...

1-Akal boleh hilang disebabkan marah.
2-Agama boleh hilang disebabkan dengki.
3-Malu boleh hilang disebabkan tamak.
4-Amal soleh boleh hilang dan terhapus disebabkan suka menceritakan keburukan orang lain.

Manusia akan menghadapi 4 penarikan:
1-Malaikat pencabut nyawa akan menarik rohnya.
2-Para ahli waris akan menarik hartanya.
3-Ulat akan menarik tubuhnya.
4-Orang yang dimusuhi @ dianiayai akan menarik barang kepunyaannya di hari kiamat iaitu AMALNYA.

Dari Ali r.a yang bermaksud:
Sesungguhnya amalan yang paling sulit adalah empat macam:

1-Memberi maaf pada waktu marah.
2-Suka memberi pada waktu susah.
3-Menjauhi yang haram pada waktu sunyi.
4-Mengatakan yang hak kepada orang yang ditakuti atau kepada orang yang diharapkan sesuatu darinya.

Dari Hatim Al-Asom yang bermaksud:
Empat perkara yang hanya diketahui oleh empat jenis orang akan nilainya iaitu:

1-Nilai masa muda hanya diketahui oleh orang tua-tua
2-Nilai kedamaian hanya diketahui oleh orang yang pernah di timpa bencana.
3-Nilai kesihatan hanya diketahui oleh orang-orang sakit.
4-Nilai kehidupan hanya diketahui oleh orang-orang yang telah mati.

Membaca zikir berikut
Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca zikir berikut (10 kali) setiap hari, Allah swt akan mengampuni baginya empat puluh ribu dosa besar, menjaganya dari keburukan kematian, siksa kubur, hari kiamat dan hari hisab, dan segala hal yang menakutkan; yakni Allah memudahkan seratus hal yang menakutkan saat kematian, Allah menjaganya dari kejahatan iblis dan pasukannya, menunaikan hutangnya, menghilangkan dukanya, dan membahagiakan deritanya. Yaitu:
Aku persiapkan untuk
Setiap yang menakutkan Laiha illallah,
Setiap duka dan derita masya Allah,
Setiap nikmat Alhamdulillah,
Setiap kebahagiaan Asy-Syukru lillah,
Setiap yang menakjubkan Subhanallah,
Setiap dosa Astaghfirullah,
Setiap musibah Innalillahi wa inna ilayhi raji’un,
Setiap kesulitan Hasbiyallah,
Setiap ketetapan dan takdir Tawakkaltu ‘alallah,
Setiap musuh A’shamtu billah,
Setiap ketaatan dan kemaksiatan La hawala wala quwwata illa billahil aliyyil ‘azhim.
(Safinah al-Bihar 2: 727)


track net visits'/
Quick Cash Advances









Bismillahirrahmannirrahim
" Tuhan memberikan kebijaksanaan kepada orang2 yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang diberi-Nya kebijaksanaan itu berarti ia telah mendapat banyak kebaikan, hanya orang2 yang mau berfikir saja (cerdas) yang dapat mengambil (hikmah) pelajaran ini " (QS. 2 : 269)

KATA MUTIARA

AL -QUR'AN

- Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh Syetan, sesungguhnya Syetan itu musuh yang nyata bagi kamu. ( QS. 43:62 )
- Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang menghambur fitnah, yang sangat enggan berbuat baik, yang melampui batas lagi banyak dosa. ( QS. 68:10-12 )

AL -HADITS

- Tidaklah seorang muslim yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) yang berjauhan, melainkan malaikat mendoakannya pula : "Mudah-mudahan engkau beroleh kebaikan pula ". ( HR. Muslim )

Do'a - Usaha - Iman - Taqwa pada Allah SWT.

Tingkatkan Ibadah Dengan Berzikir


Pikiran Positif :

Pikiran Positif (positive thinking) akan berpengaruh langsung kepada proses Keberhasilan & Kesembuhan suatu penyakit, sedangkan Pikiran Negatif (negative thinking) berefek terhadap kegagalan & munculnya berbagai masalah, kesulitan dan suatu penyakit.

Jauhkan dari Pikiran Negatif dan Berburuk Sangka <

Rukun Iman:

1. Percaya/beriman kepada Allah.
2. Percaya kepada Rasul.
3. Percaya kepada Al Quran.
4. Percaya kepada Malaikat
5. Percaya kepada Hari Akhirat
6. Percaya Qadha dan Qadar.

“Juallah dunia engkau dengan Akhirat engkau, nanti engkau akan memperolehi keuntungan bagi keduanya serentak; dan janganlah engkau menjual Akhirat engkau dengan dunia engkau, nanti dia merugikan engkau bagi keduanya serentak.”


MusicPlaylist
Music Playlist at MixPod.com


Blog EntryNov 27, '10 8:21 PM
for everyone
<embed src="http://www.4shared.com/embed/213068356/dbf7a0f3" width="420" height="250" allowfullscreen="false" allowscriptaccess="always" />

Blog EntryNov 26, '10 2:37 AM
for everyone

Have you ever felt like going back? Have you ever felt regret? As if you could go back to that one point in time, where you wish you'd acted in another way. Or if you didn't say what you ever said.

Or you never did what you ever did, because you knew what you did was wrong, since you had a bad feeling in your heart, telling you that you have erred. And you want to fix things and make everything okay, but you just don't know how...

I'm sure most of us have felt that way, simply because we are human... And the nature of humans, we always make mistakes... And we always do wrong.

As humans, we are full of imperfections... But it is how we handle those imperfections, how we improve ourselves, how we fulfil our responsibilities as a servant and as a caliph in this world that matters in the end...

I am human. I am not perfect

I'm not the best servant of the Almighty God,
I'm not the best daughter,
I'm not the best friend,
I'm not the best leader,
I'm not the best follower,
I'm definitely no angel,
Who never does any wrong.

I have wronged. I have made mistakes. And sometimes I don't know how to go back to that place where everything was right. Sometimes I don't know how to make it right.

But... We try to do good, and try to show a good example as a human being, and do our best so that our flaws and wrongs aren't flaunted to the whole world, not so that people would think us an angel... Not so that we can be called a goody-two-shoes, but because of what the prophet reminded us a long time ago, and his words still prevail:

مَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ، وَمَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

Siapa saja yang mencontohkan di dalam Islam contoh yang baik maka untuknya pahalanya dan pahala siapa saja yang melakukannya setelah dia karena mencontohnya tanpa berkurang pahala mereka sedikitpun. Siapa saja yang mencontohkan di dalam Islam contoh yang buruk maka atasnya dosanya dan dosa siapa saja yang melakukannya setelah dia karena mencontohnya tanpa berkurang dosa mereka sedikitpun. - HR Muslim, Ahmad, Ibn Majah dan An-Nasa'i

Anyone who pointed out in Islam a good example , then for them are their reward and the reward of anyone who do it after them, because of following them; without decreasing their reward in the least. Anyone who pointed out in Islam the bad example , upon them are their sins and the sins of anyone who do so after them, in following them; without decreasing the least of their sins. - Muslim, Ahmad, Ibn Majah dan an-Nasa'i

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لاَ يُنْقِصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا، وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لاَ يُنْقِصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

Siapa saja yang mengajak pada petunjuk maka untuknya pahala semisal orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi pahala mereka sedikitpun. Siapa saja yang mengajak pada kesesatan maka atasnya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi dosa mereka sedikitpun. - HR Muslim, Ahmad, ad-Darimi, Abu Dawud, Ibn Majah, at-Tirmidzi, Abu Ya'la dan Ibn Hibban

Anyone who invites toward the guide(hidayah) then upon them is the reward of those who follow, it did not reduce their reward in the least. Anyone who calls towards misguidance(dholalah) then upon them is the sin of those who follow them, it did not reduce the least of their sins. - Muslim, Ahmad, ad-Darimi, Abu Dawud, Ibn Majah, at-Tirmidzi, Abu Ya'la dan Ibn Hibban

Dearest readers, if we understand these hadiths holistically, we would be very afraid to do any sins and show it to others, and create a very bad stock exchange and become very poor...

Instead, we would want to show others any good deed we can, so that if they do good just by following us, we would get the reward even if we didn't do it ourselves! Simply by showing a good deed and causing other people to do good as well, it would make us very rich indeed! Not rich here, but in akhirah insyaAllah...

But of course, we must remember that we do good only for Allah and no one else... We try to be a good example not because we want people's approval, but because we want Allah's blessing in our lives.

Allah is our Creator, He knows us more than we do. He knows that we are always forgetful and sometimes disobedient in obeying Him.

But He asks us to hide it, don't show it to others, because the nature of humans, we tend to follow things that happen around us.

If we don't hold tight to our two sources, the Quran and Sunnah, we can easily stray, we can easily follow whatever we see, no matter it is wrong or right, since our minds isn't limitless. It has its shortcomings..

That's why we are asked to hide our aib from other people... We don't only have a responsibility to hide other people's aib, but we have a duty to honor ourselves, and protect our aib and not show it to others...

Because realise it or not, showing a bad example in Islam to other people is as if we are no longer ashamed of our wrongs. What if others follow us? Nauzubillah...

I'm sure we don't want to 'accumulate' a stock of sins just because we were careless to show to other people a sign of our disobedience to He who created us...

We're not the best servant who does too many amal... Therefore we don't want the little amal that we do to be cancelled out by that worthless stock that we 'bought'...

However, we do realise that we can try our best, but sometimes our faults can be seen clearly by other people. Only in Allah lies perfection. May our flaws become a reminder to us, that we are weak, we are forgetful, we are full of weaknesses.

We embrace our flaws, but we don't cherish it and enjoy it. Instead, we strive to become better each and everyday... So that we can truly fulfill our purpose of life which is as a servant of Allah and as a khalifah on the land of Earth.

A Chance

Sometimes, we just need to give ourselves a chance.
A chance to live.
A chance to return to who we truly are.
A chance to return to fitrah...
We continue to move on because we have that hope...
The hope that He promised us.

Even though we always forget him,
Even though He isn't the one we put first on the list,
that hope is always there whenever we seek it.

Here is the hope:

قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي، غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ مِنْكَ وَلاَ أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمَ، لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي، غَفَرْتُ لَكَ، يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا، ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكُ بِي شَيْئاً، لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً - رَوَاهُ التَّرْمِذِيُّ وَقَالَ: حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
From Anas, radiyallahu 'anhu, who said: I heard the Messenger of Allah, sallallahu 'alayhi wasallam, say:

"Allah the Almighty has said:
'O son of Adam, so long as you call upon Me, and hope in Me, I shall forgive you for what you have done, and I shall not mind.

O son of Adam, were your sins to reach the clouds in the sky and were you then to ask forgiveness of Me, I shall forgive you.

O son of Adam, were you to come to Me with an earthful of sins and were you then to face Me, without having associated anything with Me,

I shall grant you an earthful of pardon.' "

(Recorded by Al-Tirmidhi, who said that it is a good and sound hadith)

Forgives Us Allah

He asks us to come to Him...
Come, and ask His forgiveness, for He would never hesitate to give it...
As long as we don't enjoin Him with others.
But sometimes, we forget ourselves.
We forget who we are,
And we forget to ask.
Are we too proud to ask?
Are we too proud?
Are we too arrogant?
Are we too forgetful?
Forgive us ya Allah...
Give us Your protection from all our wrongdoings and imperfections
Give us strength to be steadfast in this path
Let our flaws be a reminder to us
That we are only Your servants and nothing more
Grant us your bless and love,
For only You are the Most Gracious, Most Merciful, Most Forgiving...

May there always be a way back, whenever we do err, whenever we do wrong, whenever we stray from the path of rightness. Amin.

Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

@iluvislam.com/inspirasi/motivasi/806-manusia-human-insan-


Blog EntrySep 16, '10 8:57 AM
for everyone

Blog EntryJul 30, '10 12:10 PM
for everyone
Ayat-ayat melankolik
www.iluvislam.com
Fizahsabri
Editor:afdhal87

Apabila semuanya serba tidak kena, dan kita tidak tahu apa lagi yg hendak dibuat,ingatlah..
kita masih boleh bersandar kpd Dia Yang Maha Mengasihi

Apabila hidup dselubungi kegelapan,semuanya silap ,
carilah sinar itu dari Dia Yang Memberi Cahaya

Apabila dibelenggu masalah sedangkan tiada sesiapa pun yang mahu mengambil kisah,
ingatlah pada Dia yg tidak pernah melukakan hatimu. Dia Yang Maha Adil

Apabila hati terluka dan kesakitan itu menumbangkan kudratmu,
jangan berputus asa kerana Dia melihat segala-galanya..

Apabila lemah tidak bermaya sedangkan perjalanan masih jauh perlu diharungi,
carilah kekuatan itu dari Yang Maha Perkasa

Apabila hidup ini dirasakn seperti beban, segala-galanya goyah,
bangunkan semula kota semangat itu dengan keyakinan bahawa itu adalah iradat-Nya..

Apabila jalan di depan digelapi kelam mendung sedangkan tiada sesiapa di sisi sudi menemanimu,
carilah jalan lurus itu dari Dia,yang menjadi satu-satunya panduan hidup

Apabila semua orang di sekeliling tidak mahu mendengar suara dan keluhanmu,
jangan kecewa kerana Dia Maha Mendengar

Apabila miskin dan papa,kita terperangkap dalam kesempitan,
ingatlah kepada Dia Yang Maha Kaya..

Apabila kita dalam kedukaan sedangkan tiada tempat untuk melarikan diri,
mengadulah kepada Dia Yang Maha Esa

Apabila keseorangan dan kedukaan itu seperti tiada penghujungnya,
serahkan dirimu kepada Dia..
satu-satunya tempat yang boleh digantungkan harapan nyata.

Apabila parut lukamu dicederakan lagi,hatimu dicakari kebimbangan,
ingatlah bahawa Dia sentiasa bersama orang-orang yang sabar!


 



Blog EntryJul 30, '10 11:54 AM
for everyone
Rahsia Diwajibkan Solat
www.iluvislam.com
dihantar oleh : Hunny Bunny
editor : IskethaykaL



Dapatkan Mesej Bergambar di Sini

SOLAT adalah satu perintah yang diwajibkan ke atas orang Islam setiap hari. Umat Islam dituntut melakukan ibadat itu menurut sebagaimana diperintahkan Rasulullah s.a.w, daripada takbir, bacaan, perbuatan hingga ke akhir salamnya dengan penuh takwa. Orang yang mendirikan solat adalah orang yang beriman. Orang yang beriman mesti mendirikan solat.

" Katakanlah kepada hamba-Ku yang beriman, hendaklah mereka itu mendirikan solat." (Ibrahim:31)

Di dalam al-Quran, dilaporkan ada lebih 25 tempat ayat "agama" yang merujuk kepada makna perintah mendirikan solat dan lebih 70 kali perkataan "as-solah" atau solat diulang dan disebut dalam al-Quran. Antaranya, firman yang bermaksud:

" Kemudian apabila kamu telah selesai mengerjakan solat, maka hendaklah kamu menyebut dan mengingati Allah semasa kamu berdiri atau duduk, dan semasa kamu berbaring.

" Kemudian apabila kamu telah berasa tenteram (berada dalam keadaan aman) maka dirikanlah solat itu (dengan sempurna sebagaimana biasa). Sesungguhnya solat itu adalah satu ketetapan yang diwajibkan atas orang-orang yang beriman, yang tertentu waktunya. " (an-Nisa':103)

Setiap individu Muslimin dan Muslimah mesti mengerjakan solat. Malah, bagi ketua keluarga seharusnya memerintahkan ahli keluarganya melakukan solat. Ibu bapa pula wajib mengajar dan membimbing anak melakukan ibadat itu, seawal usia tujuh tahun. Ibadat solat adalah suatu perintah daripada Tuhan kepada hamba-Nya. Banyak kelebihan, keberkatan dan rahsia yang terkandung di dalam solat, malah mengiringi mereka yang mengerjakannya. Solat akan menjadikan seseorang sentiasa mengingati Allah dan menghampirkan diri dengan-Nya, sekali gus menjadikan kehidupan seseorang itu sentiasa berhubungan dengan Tuhannya.

" Sesungguhnya Akulah Allah, tiada Tuhan melainkan aku, oleh itu, sembahlah akan daku, dan dirikanlah solat untuk mengingati daku." (Toha:14)

Solat adalah tanda kesyukuran. Muslimin atau Muslimah yang mengerjakan solat adalah mereka yang tahu bersyukur sebenarnya. Mereka bersyukur atas segala nikmat dan rahmat tidak terhingga yang Allah kurniakan dengan melakukan ibadat kepada-Nya. Ibadat solat menghapuskan dosa. Manusia tidak terlepas daripada melakukan dosa dan solat lima kali sehari dapat menghapuskan dosa yang dilakukan. Sebagaimana satu hadis bermaksud:

" Dari Abi Hurairah r.a, sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda: Solat lima waktu dan solat Jumaat hingga Jumaat berikutnya adalah penebus dosa antara jarak waktu solat-solat itu, selama dijauhinya dosa-dosa besar." (Hadis riwayat Muslim)

Solat juga dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Ibadat solat yang dikerjakan dengan khusyuk dan menepati segala rukunnya boleh mencegah si pelakunya daripada melakukan maksiat dan kemungkaran.

" Sesungguhnya solat itu mencegah daripada perbuatan yang keji dan mungkar, dan sesungguhnya mengingati Allah adalah lebih besar (faedahnya dan kesannya), dan (ingatlah) Allah mengetahui akan apa yang kamu kerjakan." (al-Ankabut:45)

Solat dapat memberi keberkatan, kejayaan dan kebahagiaan hidup. Kita boleh lihat kehidupan orang yang memelihara solat dan orang yang tidak mengerjakan solat, jauh berbeza bukan!

" Sesungguhnya berbahagia/berjayalah orang-orang beriman. (Iaitu) mereka yang khusyuk dalam sembahyangnya." (al-Mukminun: 1-2)

Solat dapat menenteramkan jiwa. Orang yang melakukan solat secara sempurna dan penuh khusyuk, jiwanya aman damai, malah dapat mengawal segala tekanan sekaligus menjadikan kehidupannya lebih ceria. Seorang yang taat mengerjakan solat sepanjang hidup, lagi mengerti betapa besar kepentingan solat itu kepadanya serta memahami kelebihan dan rahsia bacaannya, sudah tentu akan tenang jiwanya.

" Sesungguhnya manusia itu dijadikan (bersifat) mengeluh apabila kesusahan menimpa dia dan kikir apabila keuntungan mengenai dia, kecuali orang-orang yang solat, yang berkekalan atas solat mereka." (al-Ma'arij:19-23)

Rasulullah s.a.w ketika berhadapan masalah akan memperbanyakkan solat kerana solat bagi Baginda adalah amalan penyejuk hati. Kelebihan ini sekurang-kurangnya akan menyuntik diri kita umat Islam untuk lebih tekun mengerjakan solat, malah mereka yang selama ini tidak mengenali ibadat itu tertarik untuk turut sama melakukannya.



Blog EntryJul 30, '10 11:43 AM
for everyone
www.iLuvislam.com
muslimah single93
Editor : GonjengPO

Di atas hamparan sejadah suci
Hamba menadah kedua telapak tangan ini
Bagi memohon keampunan dan rahmat dariMu
Agar diberikan hamba hidayah serta taufiqMu
Supaya tidak tersimpang hamba dari jalanMu

Hati hamba merasa hambar dan sunyi
Tanpa iman dan semangat taqwa dalam hati
Jiwa hamba kosong dan takkan berisi
Melainkan dengan redha
Yang Maha Mengetahui
Yang menemukan hamba dalam bingkisan restu
Yang Maha Mengasihani

Saat tasbih mengisi ruang kosong di jari-jari
Mulut dan hati hamba bersatu berzikir mengingat Ilahi
Jiwa hamba terisi dengan munajat di malam hari
Diri ini hamba abdikan buat Pencipta langit dan bumi
Moga dosa-dosa lampau dapat dihapusi dan diampuni

Kening ini hamba rapatkan di atas hamparan murni
Sujud dahi hamba mencecah ke bumi
Tanda syukur hamba akan kebesaran Ilahi
Tidak terukur nilai cintaMu yang tinggi
Tidak terhitung nilai kasihMu yang bertambah setiap hari

Ya Rabbul Izzati…
Sudikah Kau menerima cinta hamba yang hina dengan longgokan dosa ini??
Semoga keampunan mendapat tempat untuk hamba yang sering lupa diri
Semoga rahmatMu sentiasa hadir menemani
Agar kehidupan duniawi dan ukhrawi hamba diredhai

Hamba amat mendambakan cinta dariMu
Hamba juga mengharapkan pertemuan denganMu
Diri hamba ini dahaga akan belaian kasihMu
Hamparan sejadah suci hamba buktikan padaMu
Sujud cinta hamba hanyalah untuk Tuhan yang berkuasa di atas segala sesuatu



 



Blog EntryJun 21, '10 3:50 AM
for everyone
Ayahku
www.iluvislam.com
Oleh: sarimulya
Editor: rabiatul_adawiyah




Di saat kebimbangan hadir

Persimpangan wujud
Kegoncangan emosi timbul
Kegigihan ku mulai memudar
Ketabahan ku menipis
Kepercayaan ku dikhianati
Engkau hadir dalam putih hatiku

Kata-katamu lembut menyentuh nuraniku
Parasmu terlintas dalam sejuk fikiranku
Kagumku padamu mengingatkanku
Bahawa "jangan berhenti di sini nak!"
Jalan masih panjang, perjuangan masih belum dimulai

Tidakkah kau ingin nak untuk mencuba
Menggapai sejuta mimpimu
Selagi kesempatan masih ada
Dan kau pun kuat untuk menghadapinya
"Tidakkah engkau ingin untuk mencuba anakku?"
Itu katamu padaku

Dorongan dan motivasimu
Membuatku boleh bertahan dengan segala yang ada
Doamu membuatku selalu kuat menghadapinya
Usahamu
Membuatku berfikir bahawa aku boleh dan mampu untuk melakukannya
Kata-katamu selalu terngiang di telingaku
Membuatku tegar dan tegas dalam menyikapi kehidupan.



Blog EntryMay 2, '10 12:13 PM
for everyone

Blog EntryApr 18, '10 12:07 PM
for everyone
Saya ingin berkongsi matlumat( just for sharing only) tentang khasiat bunga ratu pari, walaupun saya,Alhamdulillah sihat cuma kekadang suka terasa penat, jadi saya cubalah teh herba ini, walaupun baru diperkenalkan kepada saya oleh makcik dan kekawannye, saya pun ingin mencuba dan merasai nya.Ia rasa saperti teh biasa atau yang pernah minum air ubat periuk yang dah jernih dan tak pahit, okaylah bagi saya. Namun badan saya terasa ringan setelah menggambil nya dan dengan keringat yang banyak keluar dan (yang ni nak kena hati2 sedikit dan tenguk sekeliling sebelum mengerjakannya) apatah lagi banyak angin2 yang tak dikehendaki berebut2 keluar...hehe aduh..sedap badan pun tapi kalau ada orang tu kena lah hati2 skit(bukan ape ..malu sendirilah...)

Gossampinus Malabarica Flower (Mu Mian Hua)


(Ingredient Name:  Mu Mian Hua, Gossampinus malabarica flower, Kapok

Traditional Chinese Name: 木棉花  (mu mian hua))


Translation In English

What is this?

  • A large, pretty flower which is harvested at full bloom (during the Spring) and then dried to preserve for easy use
  • These flowers can be found on the tops of large cotton trees (which grow 12 - 15 metres in height) and are native to Australia and South East Asia

How do I prepare it?

  • Rinse before use and put directly into your soup.

Where can I buy this?

  • This can be found in most Asian herb shops and some asian supermarkets.

What is the cost?

  • 2-3 flowers (which can be used in one large pot of soup with 2-3L of water) costs under $2 CAD.

Any benefits?

  • A diuretic (good for kidneys)
  • Promotes blood circulation, reduces swelling
  • May also help with chronic gastritis, gastric ulcer, diarrhea, dysentery, sores, and bruises
  • Used by some to treat hypertension, diabetes, migraine, kidney stones, asthma, slimming, back ache, libido

Any precautions?

  • As with most diuretic herbs, maintain proper hydration when using and avoid long-term use

Resources


Red Silk-Cotton tree


IPB Image











Antara kelebihan Produk ini adalah untuk kegunaan:

URAT:
- sakit urat, lenguh-lenguh dalam badan
- memelihara tenaga setelah oenat bekerja
- kebas kaki tangan

DARAH TINGGI
- selalu sakit kepala
- pitam
- kencing manis peringkat awal
- melancarkan perjalan air kecil
- resdong

LEMAK
- karang batu
- menguruskan badan
- mengurangkan lemak

ANGIN
- penat dan lelah
- wanita bersalin
- Buasir (campur gula merah)

Cara menggunakannya:
Ambil dua kuntum bunga, direndam bersama air panas, biar selama 20 atau 30 minit, baru diminum. Guna sehingga hilang rasa baru diganti yang lain. Cubalah! Ciptaan Allah melebihi segala-galanya!

*p.s.- makcik saya kata pakai 3x saja pastu bleh buang/ tukar baru

Amaran:
TIDAK DIGALAKKAN UNTUK WANITA HAMIL
@Ratu Pari
Bunga Mukmin dipanggil Bunga Ratu Pari tumbuh dikawasan pergunungan Nepal. Ianya telah digunakan sebagai penawar sejak berkurun dahulu. Air dari rendaman bunga ini telah menjadi ratu penawar pada pelbagai penyakit. Harus diingatkan yang Bunga ini bukanlah satu jenis ubat, tetapi lebih merupakan minuman penawar yang boleh diamalkan sebagai satu alternatif kepada ubat-ubatan yang begitu mahal dipasaran dengan pelbagai risiko apabila disediakan secara saintifik dimana kebanyakkannya tidak dapat memenuhi piawaian yang ditetapkan dan sesetengahnya mengandungi bahan kimia yang membahayakan pengguna. Dengan bunga asli yang memang anugerah dari Allah kita mempunyai keyakinan yang ianya tidak memberi kesan yang tidak baik apabila mengamalkannya InsyaAllah. Bunga Herba Perubatan ini juga dalam nama saintifik dipanggil 'GOSSAMPINUS MALABARICA'.
Teh Ratu Penawar adalah nama yang kita berikan kepada rendaman bunga ini kerana khasiatnya yang begitu ketara kepada pengguna. Begitu ramai yang telah memberi kepujian tentang khasiatnya. Bagi mereka yang tidak berpenyakit menyatakan mereka lebih tenaga dan banyak peluh, begitu juga yang mempunyai penyakit Darah Tinggi dan Kencing Manis, Gaut dan yang mempunyai masalah berat badan telah memperolehi hasilnya. Khasiatnya Membantu membuang toksid dalam badan, membantu memulihkan tenaga, menghilangkan bisa-bisa dalam tubuh dan menjadi penawar kepada pelbagai penyakit seperti sakit urat, lengoh dalam badan, Tenaga batin, memelihara badan selepas penat bekerja, kebas kaki tangan, sakit kepala, pitam, melancarkan pembuangan air kecil, batu karang, gastrik, Demam kuning, wanita lepas bersalin dan BUASIR. Terutama sekali (yang selalu mendapat pujian pengguna) ialah untuk darah tinggi, Kencing Manis, lelah dan Gaut serta memecah lemak dan dapat membantu menguruskan badan bagi mereka yang mempunyai masaalah berat badan. "

Apapun penjelasanya, kalau kita tidak yakin ianya tidak akan memberi hasil yang kita harapkan. Sekarang ni saya cuba amalkan - baru hari kedua. Rasanya macam teh tanpa gula - sebab memangpun tak taruh gula. Kesannya banyak buang air kecil, buang angin dan awal pagi buang air besar. Saya rasa serasi kot. Esok-esok saya akan maklumkan kalau ada perubahan. Yang saya paparkan di atas adalah bunganya yang belum dijemur. Yang kita minum adalah rendaman bunga yang telah dikeringkan seperti yang terpapar sebelah kiri ruang ini.




**p.s. jika ada yang berminat, boleh dapat di Larkin harga nye cuma @RM5.00( kalau beli banyak bleh lah mintak diskaun dgn adik2 dan akak2 yg manis tu..hehe..)

Blog EntryMar 14, '10 3:00 AM
for everyone
Hawa:Aurat Atau Bukan?
www.iluvislam.com
Mohd Shauki Abd Majid*
Editor: arisHa27

Mazhab Shafie yang menjadi ikutan majoriti umat Islam negara kita meletakkan bahawa suara wanita, muka dan tangannya adalah bukan aurat. 

Baru-baru ini isu niqab (cadur) timbul apabila Sheikhul Azhar Sheikh Muhammad Tantawi meminta para siswi Al-Azhar agar melepaskan niqab. Walaupun ada pandangan mazhab lain mengatakan suara dan seluruh badan wanita adalah aurat namun yang jelas Mazhab Shafie yang menjadi ikutan majoriti umat Islam negara kita meletakkan bahawa suara wanita, muka dan tangannya adalah bukan aurat. 

Dan yang jelas lagi, tidak ada dalil Al-Quran serta hadis mengatakan bahawa suara dan muka wanita serta tangannya itu aurat sebagaimana sangkaan sesetengah pihak. Apakah mereka sedar bahawa Allah S.W.T membenarkan para sahabat berkomunikasi dan bercakap-cakap dengan mereka (isteri Nabi) di sebalik tirai sebagaimana firman-Nya yang bermaksud: 

Bertanyalah kepada mereka dari belakang tabir yang demikian itu lebih bersih bagi hati kamu dan mereka juga. 
(Al-Ahzab: 32 dan 53)


Dalam suatu hadis, Rasulullah SAW bersabda bermaksud: 

"Apabila seorang gadis itu dewasa (sampai umur), maka tidak halal badannya terdedah selain muka dan tangannya sahaja." 

Hakikat ini menggambarkan sebagaimana apa yang berlaku terhadap Asma binti Abu Bakar apabila Asma datang berjumpa Nabi SAW dengan pakaian jarang dan nipis. Baginda berpaling daripadanya lalu bersabda yang bermaksud: 

Wahai Asma, seorang wanita apabila sudah baligh, tidak elok lagi badan (tubuhnya) kelihatan selain muka dan tangannya sahaja. 
(Riwayat Abu Daud)




Demikian juga kaum wanita itu disuruh melabuhkan (tutupkan) atas lubang tengkuknya sahaja bukan bermaksud tutup atas muka mereka. Kata Syaikh Yusuf al-Qardawi, pendapat Ibnu Abbas lebih kuat dan masyhur pada pandangan jumhur (kebanyakan) ulama, kerana katanya, banyak ayat dan hadis yang mengarahkan kaum lelaki daripada umat Islam menyekat atau menutup pandangan mata mereka, sama juga dengan kaum wanita disuruh merendahkan pandangan mata mereka. 

Jika muka dan aurat wanita sudah tertutup kemas di depan mereka maka pastilah arahan tersebut menjadi sia-sia dan percuma tanpa sebarang makna dan tujuan. Pada prinsipnya suara, muka dan tangan wanita bukanlah termasuk aurat. Sekiranya perkara tersebut memang merupakan aurat, maka sukarlah bagi kaum wanita dan tentunya taklif atau beban syariat yang dikenakan kepada mereka bersifat usr iaitu sangat sukar. 

Ini bercanggah dengan prinsip agama Islam bahawa Ad-Dinu Yusr, iaitu agama itu mudah, sedangkan kaum wanita juga merupakan 'makhluk sosial' yang berhajat untuk berkomunikasi dengan sesama insan. Allah SWT berfirman yang bermaksud: 

Oleh itu janganlah kamu berkata-kata dengan lembut manja (semasa bercakap dengan lelaki ajnabi) kerana yang demikian menimbulkan keinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya (menaruh tujuan buruk kepada kamu), dan sebaliknya berkatalah dengan kata-kata yang baik(sesuai dan sopan). 
(Surah al-Ahzab: 32) 


Allah tidak melarang mereka secara mutlak untuk bercakap dengan kaum lelaki bahkan membolehkan, selama tidak mendatangkan fitnah bagi dirinya dan bagi kaum lelaki itu. Allah melarang kaum wanita untuk melembutkan suara dan mendedah kecantikan mereka semasa bercakap dengan kaum lelaki supaya mereka tidak tergoda ataupun tergugat keimanannya dan menimbulkan berahinya. 

Dengan demikian, pada prinsip suara, muka dan tangan wanita bukanlah aurat yang dilarang untuk dilihat atau didengarkan. Dahulu para sahabat daripada golongan lelaki dan wanita sering bertanya (berdialog) kepada Rasulullah SAW tentang masalah-masalah hukum-hakam dalam agama dan didengar oleh kaum lelaki dan wanita yang hadir daripada sahabat-sahabat baginda. Bahkan sering pula mereka berdialog dengan para sahabat dan sebaliknya sebagaimana di saat ada seorang wanita yang mengkritik Umar r.a. tentang perkara mas kahwin. 

Rasulullah SAW pernah didatangi seorang wanita yang menawarkan dirinya untuk dikahwini oleh Rasulullah SAW dan membiarkan Rasulullah memerhatikan dirinya dari atas ke bawah, tetapi setelah tidak ada sambutan yang memberangsangkan, maka dia pun terus duduk di situ, lalu berkatalah salah seorang daripada kalangan sahabat: 
"Kahwinkanlah wanita ini dengan saya".

Maka Rasulullah SAW terus mengahwinkan wanita tersebut dengan lelaki yang berminat kepadanya itu. 

Ini semua bukti melihat kepada muka wanita itu adalah harus dan bukan aurat. Menurut Al-Qurtubi, suara wanita di saat berkata-kata bukanlah termasuk aurat, lelaki dibolehkan bercakap-cakap atau berdialog dengan wanita kerana ada hajat. Demikian juga sebaliknya mereka dibolehkan membuka muka dan tangannya kerana tujuan tertentu tetapi wanita tidak dibolehkan memerdukan, melembutkan atau mengindahkan suaranya ketika bercakap dengan lelaki. 

Ia kerana perkara demikian boleh menimbulkan berahinya dan juga membuat ia tergoda dan suka. Dengan demikian sangat dianjurkan bagi kaum wanita untuk tidak berdialog dengan kaum lelaki yang bukan mahramnya. Dalam ketentuan syariah yang lebih berhati-hati (warak), dimakruhkan kepada kaum wanita untuk meninggikan suara dalam membaca al-Quran, demikian pula tidak disyariatkan 'azan' kecuali untuk jemaah wanita sahaja. 

Di dalam syariat fikah, apabila seorang wanita ingin menegur kesilapan yang dilakukan oleh imam di dalam solat berjemaah, maka ia tidak boleh menegur dengan membaca 'tasbih' sebagaimana yang dilakukan oleh lelaki, tetapi cukup dengan menepuk tangannya sahaja sebagaimana yang disebutkan di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. 

Demikian pula wanita tidak disyariatkan untuk membaca bacaan-bacaan dalam sembahyang dengan bacaan yang nyaring pada sembahyang Maghrib, Isyak dan Subuh sebagaimana yang disyariatkan bagi kaum lelaki sewaktu melakukan sembahyang sendirian. Semua ini menunjukkan bahawa wanita mesti menjaga dan berhati-hati terhadap fitnah yang boleh disebabkan oleh suara dan perhiasan mereka, bukan bermakna suaranya dan perhiasan yang zahir merupakan aurat. 

Di antara yang menggoda lelaki adalah derai tawa (ketawa) seorang wanita di depan mereka, apalagi jenis ketawa yang memberahikan. Demikian pula senyuman diiringi dengan ketawa kecil yang seksi lagi menggoda, inilah yang sangat dilarang oleh agama kerana untuk menjaga harga diri wanita dan juga mencegah daripada timbulnya fitnah. Sama juga membunyikan perhiasan yang tersembunyi di kakinya. 

Jika perkara tersebut dikatakan aurat, kenapa Rasulullah SAW sendiri pernah mengizinkan isteri baginda melihat pertunjukan dua orang lelaki Habsyi bermain pedang di pekarangan masjid dan mendengar dua wanita bernyanyi di rumahnya. 

Ini berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim, daripada Aisyah r.a, katanya, Pada suatu hari Rasulullah SAW masuk ke tempatku. Ketika itu di sampingku ada dua orang gadis yang sedang mendendangkan nyanyian tentang hari Bu'ats. Ku lihat Rasulullah SAW berbaring tetapi dengan memalingkan mukanya. Pada saat itulah Abu Bakar masuk dan ia marah kepadaku. 

Katanya, "Di tempat rumah Nabi ada seruling syaitan?'' 

Mendengar seruan itu, Nabi SAW menghadapkan muka baginda kepada Abu Bakar dan berkata: 

"Biarkanlah kedua-duanya, wahai Abu Bakar". 

Dalam satu peristiwa lain, Rasulullah SAW mendengar nyanyian seorang wanita yang bernazar untuk memukul rebana dan bernyanyi di hadapan Rasulullah SAW. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Tarmizi, daripada Buraidah, menyebut: 

Suatu hari Rasulullah SAW pergi untuk menghadapi suatu peperangan. Setelah baginda pulang dari medan perang, datanglah seorang wanita kulit hitam lalu berkata, 

"Ya Rasulullah, aku telah bernazar, iaitu kalau tuan dipulangkan Allah dengan selamat, aku akan menabuh rebana dan bernyanyi di hadapan tuan". 

Mendengar hal itu, Rasulullah SAW bersabda: 

"Jika demikian nazarmu, maka tabuhlah. Tetapi kalau tidak, maka jangan lakukan".

Kesemua keterangan tersebut menunjukkan bahawa suara wanita dan perhiasan yang zahir daripadanya bukan aurat. Rasulullah SAW juga secara praktikal pernah berbicara dengan kaum wanita seperti mana ketika menerima bai'at daripada kaum ibu sebelum dan sesudah hijrah. Bahkan dari segi syarak, baginda tidak pernah menghalang kaum wanita untuk melaksanakan urusan jual beli, menyampaikan ceramah, mengaji al-Quran, membaca qasidah atau syair. 

Jika suara wanita itu dianggap aurat, sudah tentu dari segi hukum syarak dianggap haram.
Keterangan ayat al-Quran dan hadis, ditambah dengan kisah-kisah yang dapat dijadikan teladan pada zaman Rasulullah SAW dahulu seharusnya membuka mata fikir kita untuk tidak terus 'menzalimi dan menghukumi' wanita secara sewenang-wenangnya.

 

*Mohd Shauki Abd Majid Penulis ialah Pengurus Penyelidikan Yayasan Dakwah Islamiah Malaysia (YADIM)

Sumber : Utusan Malaysia


Blog EntryMar 10, '10 3:19 AM
for everyone

Dalam terik panas mentari yang memancar menyinari tanah Baitul Haram, seorang ulama zuhud yang bernama Muhammad Abdullah al-Mubarak keluar dari rumahnya untuk menunaikan ibadah haji. Di sana dia leka melihat seorang pemuda yang asyik membaca selawat dalam keadaan ihram. Malah di Padang Arafah dan di Mina pemuda tersebut hanya membasahkan lidahnya dengan selawat ke atas Nabi. “Hai saudara,” tegur Abdullah kepada pemuda tersebut. “Setiap tempat ada bacaannya tersendiri. Kenapa saudara tidak membanyakkan doa dan solat sedangkan itu yang lebih dituntut? Saya lihat saudara asyik membaca selawat saja.” 

“Saya ada alasan tersendiri,” jawab pemuda itu. “Saya meninggalkan Khurasan, tanahair saya untuk menunaikan haji bersama ayah saya. Apabila kami sampai di Kufah, tiba-tiba ayah saya sakit kuat. Dia telah menghembuskan nafas terakhir di hadapan saya sendiri. Dengan kain sarung yang ada, saya tutup mukanya. Malangnya, apabila saya membuka semula kain tersebut, rupa ayah saya telah bertukar menjadi himar. Saya malu. Bagaimana saya mahu memberitahu orang tentang kematian ayah saya sedangkan wajahnya begitu hodoh sekali?

“Saya terduduk di sisi mayat ayah saya dalam keadaan kebingungan. Akhirnya saya tertidur dan bermimpi. Dalam mimpi itu saya melihat seorang pemuda yang tampan dan baik akhlaknya. Pemuda itu memakai tutup muka. Dia lantas membuka penutup mukanya apabila melihat saya dan berkata, “Mengapa kamu susah hati dengan apa yang telah berlaku?”

“Maka saya menjawab, “Bagaimana saya tidak susah hati sedangkan dialah orang yang paling saya sayangi?”

“Pemuda itu pun mendekati ayah saya dan mengusap wajahnya sehingga ayah saya berubah wajahnya menjadi seperti sediakala. Saya segera mendekati ayah dan melihat ada cahaya dari wajahnya seperti bulan yang baru terbit pada malam bulan purnama.

“Engkau siapa?” tanya saya kepada pemuda yang baik hati itu.

“Saya yang terpilih (Muhammad).”

“Saya lantas memegang jarinya dan berkata, “Wahai tuan, beritahulah saya, mengapa peristiwa ini boleh terjadi?”

“Sebenarnya ayahmu seorang pemakan harta riba. Allah telah menetapkan agar orang yang memakan harta riba akan ditukar wajahnya menjadi himar di dunia dan di akhirat. Allah telah menjatuhkan hukuman itu di dunia dan tidak di akhirat.

“Semasa hayatnya juga ayahmu seorang yang istiqamah mengamalkan selawat sebanyak seratus kali sebelum tidur. Maka ketika semua amalan umatku ditontonkan, malaikat telah memberi tahu keadaan ayahmu kepadaku. Aku telah memohon kepada Allah agar Dia mengizinkan aku memberi syafaat kepada ayahmu. Dan inilah aku datang untuk memulihkan semula keadaan ayahmu.”


Blog EntryFeb 24, '10 2:12 AM
for everyone
MARHABAN YA RASULULLAH!











Blog EntryJan 30, '10 12:27 AM
for everyone
MAFELA KASIH
www.iluvislam.com
layyinul qalbie
editor: azzahra_solehah




Usai solat Zuhur dan berdoa, dia terpaku seketika. Fikirannya masih menerawang ke arah kata-kata ibunya melalui telefon tadi. Sambil melipat telekung, perbualan dengan ibunya tadi seolah-olah diputarkan kembali.

“Maria, ibu tak tahu nak kata apa lagi. Umur Maria dah nak masuk 28.. takkan la nak tunggu umur sampai 30..ibu tak suka tengok anak ibu kawin lambat. Fikirlah sendiri, suami macam mana lagi yang Maria nak. Nabil tu bukannya ada rupa saja, pangkat tinggi..kaya pulak tu. Kakak dan abang kau pun setuju kalau kau terima aje lamaran dia. Fikirlah baik-baik,”.

“Entah la bu.. bagilah Maria masa dulu. Banyak perkara tengah Maria fikir sekarang.” Itulah jawapan yang sering dilontarkan tatkala ada orang yang merisik dirinya.

Bukan dia menolak untuk menegakkan sunnah Rasullullah s.a.w itu, tapi hanya dia sahaja yang memahami dirinya sendiri. Seperti pilihan-pilihan yang datang sebelum ini, pastinya dia akan merujuk dulu pada yang maha menentukan sesuatu keputusan, Allah s.w.t. Dengan istikharah beberapa kali, dia yakin petunjuk yang diberikan Allah kepadanya adalah tepat.

Tetapi pilihan kali ini, Nabil…hatinya seolah-olah menolak mentah-mentah. Bukan dia tidak kenal siapa Nabil itu. Nabil yang selalu mengacaunya, dan pernah ingin memegang tangannya semasa kali lepas sewaktu pulang ke kampung. Adakah suami seperti itu yang didambakannya? Bolehkah dia menjadi suami soleh yang boleh memandu rumahtangga Islami yang selalu diimpikannya? Kalaulah ibu faham, desis hatinya.

Kakinya segera melangkah menuju ke wad A4. Tanggungjawabnya tidak harus dilupakan sama sekali. Dia tahu, itulah amanah Allah padanya. Sesibuk atau seletih mana pun, sebagai seorang doktor, Maria tetap mengukir senyuman kepada pesakit-pesakitnya. Masa rehat sekalipun, dia akan melawat wad atau dihabiskan sedikit waktu untuk membaca Al-Quran .

Bagi Maria, mukjizat Al-Quran itu bukan saja boleh menenangkan jiwa sesiapa membaca atau mendengarnya, tetapi mampu menyembuhkan penyakit yang dihidapi oleh pesakit-pesakitnya dengan izin Allah. Melawat wad kanak-kanak, tidak pernah rasa bosan baginya.

Bagi Maria, melihat wajah-wajah comel mereka mampu memberi ketenangan dan menyejukkan jiwa. Suara tangis kanak-kanak memaksa hatinya untuk memujuk mereka.  Melihat muka-muka mereka menderita, timbul rasa simpati dalam dirinya.

Selalu bermain di fikirannya, untuk memiliki anak-anak comel seperti mereka. Sudah lama dia menantikan untuk bergelar ibu tetapi belum tiba masanya dia menjadi seorang isteri kepada seseorang. Dia yakin sekali Allah pasti akan mengurniakan suami soleh yang didambakannya kelak. Oleh sebab itu, dia tidak putus-putus berdoa.

Langkah kakinya menuju ke bilik-bilik sakit di wad pesakit jantung. Sunyi sekali. Dia melangkah masuk ke dalam memerhatikan pesakit yang baru dipindahkan dari Hospital Kuala Lumpur tadi. Kata rakannya di unit jantung, Dr Bahtiar pesakit mengalami kecacatan septum ventrikel. Itulah yang dialami oleh kanak-kanak kecil di hadapannya kini.

“Ya Allah.. dia terlalu kecil …mengapa diuji berat sebegini,”getus hatinya. Wajah mulus kanak-kanak perempuan berusia 4 tahun itu diperhatikannya. Dia masih terbaring lesu tanpa ditemani sesiapa. Tertulis di hujung katilnya, MARDHIYA QISTINA MUZAMMIL..nama yang sangat comel, secomel orangnya. Ingin saja dia memeluk kanak-kanak itu. Andai aku adalah ibunya, pasti aku sentiasa menemaninya dalam keadaan begini. Rasa simpatinya menebal.

Maria tahu waktu pembedahan jantungnya dalam masa terdekat ini, menurut kata Dr Bahtiar tadi. Pintu terkuak dan seorang wanita lewat 60an masuk. Maria sedikit terkejut, namun terus dia melemparkan senyuman dan memberi salam. Wanita tua itu membalas senyumannya walaupun agak tawar sambil memandang pada wajah comel itu. Tiba- tiba saja wanita tua itu menitiskan air mata lantas bersuara.

“ Hati makcik kadang-kadang tak tahan melihat wajahnya saat dia tidur macam ni. Makcik takut kalau dia terus tidur dan meninggalkan makcik. Makcik takde anak perempuan, dan makcik tak nak lagi kehilangan cucu perempuan. Tolong makcik, nak. Walaupun dia masih kecil, dia budak yang bijak, dan sangat baik. Walaupun ibu dia tinggalkan dia, dia tak pernah bertanyakan ibunya…dia tak pernah susahkan ayahnya yang sibuk. Dia betul-betul menjaga hati papa dan neneknya. Tolonglah doktor, makcik tak nak kehilangan dia ,”.

Air mata Puan Nuraini semakin laju membasahi pipinya. Maria agak faham hati dan perasaan seorang nenek terhadap cucu perempuan tunggalnya. Sememangnya anak ini terlalu tabah, dan kini Allah mengujinya lagi.

“Sabarlah makcik..saya mungkin tak berada di tempat makcik tapi saya faham apa yang makcik hadapi sekarang..banyakkanlah berdoa makcik. Kami di sini akan berusaha sedaya upaya..selebihnya, itu adalah hak Allah, mohonlah pertolongan padaNya agar dia dapat diselamatkan.” Maria mendekati dan memeluk bahu wanita itu.

“Insyaalah.Terima kasih doktor. Jarang dapat jumpa doktor seperti kamu, nak. Anak makcik, ayah Mardhiya ni pun doktor, tapi sekarang bukak klinik sendiri. Katanya, hospital ni terbaik dalam rawatan jantung, jadi terus Dhiya ditukarkan ke sini. Tapi, memang makcik ni kurang sabar sikit bila berhadapan dengan ujian agaknya. Mak cik kagum lihat anak lelaki makcik..pelbagai ujian yang dia terima, dia nampak sabar..tenang sekali walaupun makcik tahu, dia sering menitiskan air mata di masjid. Dulu, isterinya nak pergi tinggalkan dia dengan anak dia, dia tenang lepaskan..walaupun makcik tahu hatinya perit. Kini, anaknya pula menderita. Tapi, anaknya pun sama, ikut sabar dan tabah macam papanya. Kalau makcik tahu nak jadi macam ni, makcik tak kasi dia kawin dengan mat saleh tu dulu. Astaghfirullahalazim… maafkan makcik, nak. Makcik tak sepatutnya makcik luahkan masalah makcik pada kamu. ”
"
Tak apa lah makcik..saya faham perasaan makcik. Kadangkala bila luahkan apa yang terpendam di hati..kita akan rasa lebih ringan dan insyaalah tenang, jadi, makcik jangan malu dengan saya.,” Maria mengukir senyuman walau dalam hatinya kembali memikirkan masalah yang diungkit ibunya siang tadi.

* * * * * * * * * * * *

“Macam mana dengan Dhiya kat sana, Ummi?” Puan Nuraini tidak segera menjawab. Dia menghenyakkan tubuhnya ke sofa, mendekati anak lelakinya.

“Macam biasa la Mil. Petang tadi dia tidur je masa ummi pegi. Ummi hairan la Christina takkan tak ingat langsung kat anak dia ni? Anak tengah sakit camni taknak jenguk langsung! Ummi tak faham betul dengan dia tu!”. Wajah Puan Nuraini sedikit berubah.

“Ummi jangan cakap macam tu. Dia bukan tak nak ke sini, cuma dia takut ummi dan Dhiya lagi terluka. Walaupun dia dah balik ke agama asalnya, dia tetap ibu kandung Dhiya. Pasti dia juga rindu Dhiya. Dah takdir yang hidayah tak betul-betul sampai ke dalam hatinya, atau mungkin salah saya yang tak berjaya didik dia jadi muslim sebenar. Jadi, Ummi janganlah terlalu membenci dia lagi dan tolonglah jangan ungkit lagi pasal ni.” Muzammil menjawab tenang.

Selepas menyalami ibunya, dia segera berangkat untuk menjenguk anaknya di hospital. Janjinya pada diri sendiri, sesibuk macam manapun dirinya, pasti dia akan mencari masa untuk Dhiya, dan mendengar tasmi’ hafalan Dhiya. Baginya, dia mahu Dhiya mengenal Penciptanya dahulu melalui sentuhan al-Quran di hatinya yang bersih. Dialah mama, dialah papa kepada Dhiya sekarang.

Barang-barang kesayangan Dhiya dibawa bersama untuk menemani dia sewaktu di hospital. Antaranya, buku ‘Fairy tales’ yang dibeli di Ireland oleh bekas isterinya semasa Dhiya berumur 1 tahun dan… mafela kesayangannya yang kini menjadi barang kesayangan Dhiya. Mafela yang sangat istimewa buat dirinya. Mafela yang sentiasa menyelimuti lehernya semasa menuntut di Ireland dahulu. Mafela yang menemani Dhiya selepas ditinggalkan ibunya. Mafela yang mengingatkan Dhiya tentang dirinya. Mafela pemberian seorang gadis yang betul-betul mencintainya suatu ketika dahulu!

* * * * * * * * * * * *

Maria masuk setelah memberi salam. Kelihatan anak comel itu tersenyum manis padanya sambil menjawab salam.

“Doktor suka tengok Dhiya ceria pagi-pagi ni. Bertuah nenek dapat cucu macam Dhiya, cantik dan pandai!” Pujian Maria membuatkan Dhiya tersengih lebar. Seketika Dhiya diperiksa dan jantungnya kelihatan masih berfungsi normal.

“Doktor nak dengar tak Dhiya hafal surah Al-Waqiah? Dengar Dhiya baca ye,” sambil memperbetulkan jubahnya dan duduk, Maria memperhatikan bacaan Dhiya.

Sememangnya, bacaannya baik sekali dengan makhrajnya yang jelas. Hatinya berbisik, alangkah bagusnya sekiranya dia miliki anak seperti Dhiya, baru sahaja 4 tahun umurnya, tapi sudah berjaya menghafal surah Al-Waqiah, Al-Rahman dan surah-surah pendek dalam juz Amma, seperti kata neneknya. Sekiranya dia miliki anak kelak sudah pasti akan dididiknya seperti Dhiya. Dia sudah pasti ingin lahirkan zuriat yang comel, soleh dan solehah mengikut acuan Al-Quran.. tapi,sudah pasti dia perlukan seorang suami yang benar-benar boleh membentuk diri dan anak-anaknya dengan akhlak Islami.

Bukan dia terlalu memilih atau memandang dirinya sempurna dalam memilih calon suaminya..tidak sama sekali. Tetapi, itulah keluarga yang diidaminya…keluarga yang dipenuhi dengan limpah mahabbah wal rahmah oleh Allah s.w.t, dan melahirkan generasi soleh setanding Salahuddin Al-Ayubi, Al-Biruni, Al-Khwarizmi, Ibnu Sina, Umar al-Khattab dan generasi solehah, seperti Aisyah r,a, Fatimah az-Zahra, Khadijah dan Sumaiyyah.

Itulah yang dipintanya di dalam doa setiap hari. Fikirannya kembali menuju kepada Dhiya tatkala kanak-kanak itu menghabiskan bacaannya. “Subhanallah. Bagus sekali bacaan Dhiya. Doktor kagum sangat dengan Dhiya, dan..Allah juga pasti sangat sayang pada Dhiya. Siapa yang ajar Dhiya hafal Quran?”

“Papa. Papa kata Allah sayang pada orang yang selalu baca Quran. So..Dhiya pun nak Allah sayang Dhiya jugak. Semalam pun papa datang ajar Dhiya.. pastu dia bagi chocolate 'kisses' sebab Dhiya dah ingat surah Al-Waqiah,”.Bibirnya mengukir senyuman bangga.

Tidak dinafikan, hati Maria tertanam sedikit kagum pada papa Dhiya itu. Maria mendekati Dhiya sambil mengelus-ngelus rambut perangnya. Semasa memegang tangan Dhiya, matanya tertancap pada sesuatu yang dipegang oleh Dhiya. Ia betul-betul kelihatan sama. Dia segera memohon untuk beredar! Entah kenapa hatinya terusik apabila memandang barang yang dipegang oleh Dhiya tadi. Maria menangis!

“Kenapa kau harus menangis?? Mungkin ia kelihatan sama tapi ….ia memang sama! Atau kau marah pada diri sendiri sebab barang tu menyebabkan kau kembali ingat pada dia? Orang yang pertama telah kau jatuh cinta..? Atau kau ingin usirnya dari fikiran takut cintamu pada orang yang bukan jodohmu??” hatinya berkata-kata pada dirinya sendiri.

“Ya Allah..aku pernah mencintainya dan merinduinya. Aku tak pasti…aku mencintai kerana apa atau kerana akhlak dan pekertinya. Ampunkanlah aku sekiranya ini membawa dosa kerana hatiku kembali mengingati seseorang yang aku tak pasti di mana atau tak mungkin ku milikinya jika dia bukan jodohku,” Air matanya menitis lagi. Dia yakin sekali lelaki itu mungkin kini sudah berumahtangga dan mengecapi kebahagiaan yang indah.

* * * * * * * * * * * *

Suara azan Asar telah berkumandang dari surau An-Nur, Sekolah Menengah Sains Sultan Mahmud. Sungguh gemersik dan syahdu. Dia tahu, suara itu selalu diminatinya, iaitu suara yang sama membaca al-Quran sebelum solat Maghrib semalam. Entah kenapa dia jatuh hati pada suara itu. Sering dia bertanya pada Anis, rakan sebiliknya tentang pemilik suara itu. Kata Anis, dia senior mereka di tingkatan 5 Alpha. Orangnya tinggi,berkulit sawo matang dan rakan-rakan memanggilnya Najmi. Tetapi, tetap dia tidak dapat meneka yang mana satu orangnya. Manakan tidak, wajah dan nama semua pelajar lelaki tingkatan 3 pada masa itu pun tidak dapat diingatnya, inikan pula pelajar tingkatan 5. Sememangnya matanya jarang memandang lelaki, apatah lagi bercakap dengan lelaki.

Walaupun hanya di sekolah sains biasa, dia gembira kerana sekolah itu menekankan aspek keagamaan terhadap pelajarnya. Melalui program usrah muslimat yang diketuai oleh kak Fauzana, Maria mula mempelajari ilmu agama secara mendalam. Dia bersyukur kerana rahmat Allah sentiasa bersamanya. Semakin hari dia dapat rasakan perasaan aneh dalam dirinya. Semakin lama dia mendengar suara itu, hatinya semakin jatuh cinta pada suara itu. Segera dia beristighfar kerana bimbang hatinya terleka dari Allah.

“Aku rasa kan Maria, kau ni bukan saja dah jatuh cinta pada suara abang Najmi tu, tapi juga orangnya kan?” gurau Anis padanya. Dia hanya menidakkannya dan mengatakan tumpuannya kini pada pelajaran.

Pernah dia menemani Kak Fauzana ke bilik pengurusan badan dakwah semasa menjadi AJK Sambutan Maulidur Rasul dulu, dan ketika itu dia mula mengenali wajah orangnya. Sememangnya wajahnya cukup tenang. Ketika itu mereka berkerjasama dalam kumpulan untuk menjayakan program tersebut, secara tak langsung Najmi mengetahui nama panggilannya..Maria.

Namun, cukuplah masa itu sahaja, sesama mereka berdua juga tidak pernah bersapa. Cukup hanya semasa mengutarakan idea semasa perbincangan umum. Bagi Maria, batas pergaulan harus dijaga, sekiranya tiada urusan penting..tiada guna dia bersapa mesra dengan lelaki bukan mahramnya.. walaupun ternyata hatinya mengidami pendamping soleh seperti Najmi suatu masa kelak..

Dia masih ingat kata Kak Fauzana.. “Kita kini hanyalah seorang pelajar. Dan tanggungjawab kita adalah belajar dan rasa cinta dan sayang kita haruslah pada Allah, rasul serta ibu bapa kita. Buat masa ini, cinta kita bukan lagi untuk lelaki kerana mereka tak berhak dicintai selagi mereka belum bergelar suami kita. Namun, sekiranya perasaan cinta itu tetap datang, Islam menyuruh kita supaya bernikah untuk mengelakkan daripada zina dan fitnah. Jika itu tidak dapat dilakukan lagi kerana kita masih seorang pelajar, harus kita elakkan daripada timbul rasa cinta dan syahwat”. Maria memilih untuk membuang perasaan itu, walaupun ternyata nama itu tersimpan jauh dalam lubuk hatinya.

*********

Assalamualaika ya akhi…Najmi, Maaf kiranya saudara agak terkejut dengan kedatangan surat ini. Saya kagum dengan sikap saudara, suara saudara mengalunkan ayat-ayat Allah selama di Sekolah Menengah Sains. Maafkan saya..harus saya akui, saya juga hanya insan biasa yang tak mampu melawan fitrah di hati ini.. saudara muslimin yang baik, saya doakan agar saudara sentiasa dilimpahi rahmatNya Saya tahu ini bukan masanya kita bercakap tentang ini, soal hati dan perasaan. Saya yakin Allah beserta dengan orang yang sabar dan Allah sedang menguji hati saya ketika ini. Anggaplah hadiah pemberian saya tanda ucapan tahniah dari saya sempena melanjutkan pelajaran ke oversea.Iinsyallah, perasaan ini akan hilang bersama pemberian saya kepada saudara. Terimalah dengan ikhlas.Maat taufiq wa najjah M.Qibtiah

Muzammil kembali teringat isi surat ringkas yang diterimanya sebelum dia berangkat ke Ireland. Surat yang disisipkan pada mafela biru tua yang dikaitkan nama..NAJMI. Bungkusan itu diterima melalui seorang rakan yang juga tidak tahu dari siapa. Dia memang dapat rasakan gadis itu mencintainya.

Memang ramai yang dikenali meminatinya dahulu tapi tidak satu pun yang dilayannya. Tapi gadis ini cukup berbeza, terlalu ‘low profile’ sehingga orangnya pun dia tak tahu siapa. Biasanya, mereka akan memberi nombor telefon lah, e-mel lah.. tapi satu pun dia tak pernah contact balik. Baginya pada masa itu bukanlah waktu mengejar cinta tapi cita-citanya sebagai doktor menjadi keutamaan.

Selepas menamatkan MBBSnya di Ireland, Muzammil berhasrat untuk bertugas di sana untuk menimba pengalaman. Tidak disangka-sangka, anak pemilik rumah yang disewanya sangat mencintainya. Christina James namanya. Minatnya terhadap Islam memungkinkan Muzammil untuk berdakwah dan menariknya untuk memeluk Islam. Jadi, dia berkeputusan menikahinya.Tetapi, hampir dua tahun berkahwin, Christina ternyata tidak dapat menyesuaikan diri dengan agama barunya.

Paling menyedihkan, sedikit kata-kata Muzammil tidak lagi diambil peduli. Muzammil mula faham, Christina hanya menunjukkan minat pada Islam semasa ingin mendapatkannya dahulu. Dia yang bersikap keanak-anakan itu, kembali meneguk arak semasa Muzammil sibuk di hospital. Akhirnya, Muzammil terpaksa menceraikannya setelah Christina memutuskan untuk bersama lelaki lain dan ingin kembali ke agama asal.

Dengan penuh kepiluan, dia pulang ke tanah air setelah berjaya menuntut anaknya, Mardhiya Qistina…itulah permata hatinya kini, diberi nama mengikut huruf pangkal nama gadis yang tidak dikenali, yang tulus mencintainya dahulu…

* * * * * * * * * * * *

Maria menyapa Dr Bahtiar yang melewati di luar wad yang dilawat olehnya. Dia juga berasa hairan kerana terlalu menyayangi dan mengambil berat terhadap anak itu. Lantas menyebabkan dia sedikit risau.

“ Kami dah bincang tentang penyakit dia berdasarkan penelitian diagnosis.Bayangan gelombang jantungnya menunjukkan dia menghidapi sakit jantung secara semulajadi. Pada mulanya saya sangka ia bahaya. Tapi, persen pengaliran darahnya 25% sahaja, sedangkan pembedahan biasa memerlukan 30% atau ke atas. Juga tiada kemunculan tekanan darah pada paru-paru, menunjukkan tiada tanda bahaya.Walaupun pembedahan dilakukan, keadaan badannya yang kecil dan lemah memungkinkan adanya komplikasi lain. Jadi, asalkan mendapat rawatan susulan di bawah jabatan perubatan, ia akan pulih secara perlahan-lahan semasa pesakit membesar,” kata doktor bedah utama pembedahan Dhiya itu.

Ditunjukkan kepada Maria hasil diagnosis untuk dipastikannya sendiri. “Alhamdulillah, anak kecil itu tidak perlu dibedah,”hatinya melafazkan kata syukur. Laporan perubatan Dhiya di tangan Dr Bahtiar diteliti oleh Maria. Nama penuh Dhiya ditelitinya berkali-kali. MARDHIYA QISTINA BINTI MUZAMMIL NAJMI. Najmi.. Mungkinkah nama Najmi ialah Muzammil Najmi?? Maria terkesima.

* * * * * * * * * * *

“Mil pernah jumpa doktor perempuan yang kadang-kadang ada datang melawat Dhiya tak?” Puan Nuraini tiba-tiba bersuara setelah lama menyepi di dalam kereta. Dia dalam perjalanan ke hospital semula bersama anaknya setelah pulang sebentar pada pagi itu untuk memasak bubur kegemaran Dhiya.

“Tak ada la Mi. Saya selalu jumpa kawan saya, Dr Bahtiar je. Kenapa?”

“Manis sangat orangnya….macam nama tuannya, Dr Maria Qibtiah. Dia selalu pakai jubah. Orangnya masih bujang lagi Mil, hari tu mak tanya.Takkan Mil tak pernah jumpa?” Muzammil terkesima mendengar nama itu. Maria Qibtiah. M Qibtiah. Dia cuba memastikan dari ibunya.

“Dia pernah tanya pasal Mil tak, Mi?”

“Takde pun. Ummi pernah cerita pun pasal anak Ummi pun doktor dan pasal Dhiya.tu je.Kenapa Mil kenal dia ke?”

“Entah la..”Jawab Muzammil acuh tak acuh.Fikirannya masih memikirkan soal tadi, dan hatinya dapat mengagak sesuatu.

“Eh, pelik pula jawapan budak ni,”.Puan Nuraini mengerutkan dahi tanda hairan.

* * * * * * * * * * * *

Susuk tubuh berkot putih itu masih di tepi Dhiya yang masih tidur. Dia kini memegang mafela di tangan Dhiya, diperhatikannya…dan di tepinya, tertulis nama NAJMI. Maria menangis lagi. Dia menangis lagi, marah kepada diri sendiri kerana masih mencintai lelaki itu walaupun sudah bertahun-tahun berlalu, hatinya tetap menafikan.

Dia terlalu mengidami lelaki sesoleh Najmi sejak dahulu lagi. Dia tahu, Najmi mungkin tidak tahu sama sekali tentang dirinya.. dan dialah pemberi mafela itu.

“Mustahil dia mencintaiku, bahkan tidak akan memandang diriku. Sedangkan tentang diri aku pun dia tak tahu. Pemberianku mungkin dianggap seperti dari sesiapa saja dikenalinya. Astaghfirullahalazim..maafkan aku ya Allah kiranya aku berfikir bukan-bukan,”

“Doktor ada di sini rupanya” Puan Nuraini segera mendekatinya selepas menutup pintu. Segera dilapkan air matanya dan memberi ruang untuk Puan Nuraini duduk. Dia memohon untuk pergi dengan alasan mempunyai urusan lain, khuatir perasaannya diketahui oleh orang tua itu.

Belum sempat dia membuka pintu,, sesusuk tubuh sasa dan tinggi lampai masuk…dan Maria memandang wajahnya. Mereka saling berpandangan. Namun, segera wajahnya ditunduk. Dia masih dapat mengecam wajah itu,wajah lelaki yang pernah dicintainya tak banyak berbeza…hanya sedikit berkumis. Dipaksa dirinya untuk senyum dan segera dia mengatur langkah untuk keluar. Rasa kaget bercampur malu kini menyelubungi hatinya. Dia tak pasti, lelaki itu mengenalinya atau tidak.

Muzammil tahu, itulah Maria yang pernah dikenalinya, pelajar tingkatan 3 dahulu yang pernah mencuri hatinya. Namun, dia tidak pernah menganggap dirinya setanding untuk gadis sebaik dan sesolehah Maria. Sekarang, Muzammil pasti, dialah Maria…Maria Qibtiah, dan kini sudah jelas, gadis yang dicintainya dulu rupa-rupanya mencintainya..Dia pasti tidak berdiam diri lagi, kerana dia yakin tidak bertepuk sebelah tangan..

“Maria, tunggu dulu!” Maria berhenti tanpa membalikkan tubuhnya kearah Muzammil.

“Saya tahu awak masih kenal saya. Saya Najmi..Muzammil Najmi yang awak pernah kenali dahulu. Kenapa awak lari dari saya….awak takut saya tahu yang awak bagi mafela tu? Atau awak takut jatuh cinta pada saya lagi? Maaf, saya tak tahu nama penuh awak Maria Qibtiah..ibu saya dah beritahu saya tentang awak. Saya tahu saya ada peluang kali ni. Saya tahu apa tersirat di hati awak, Sekiranya awak sudi…dan Allah izinkan, kita segera taaruf dan saya akan melamar awak.” Maria memejamkan matanya. Air mata syukurnya gugur ke bumi.

* * * * * * * * * * * *

Majlis berjalan dengan lancar. Suasana agak sunyi selepas ramai tetamu sudah pulang. Maria menitiskan air mata lagi…air mata kesyukuran ke hadrat illahi. Dia tahu, Allah menyayanginya,memelihara kesuciannya sehingga dia bertemu kembali dan diijabkabul dengan lelaki yang dicintainya kerana Allah. Rahmat dari Tuhan iyang dilimpahkan sangat dirasainya kerana kini memiliki suami soleh dan sekaligus anak solehah seperti Dhiya.

“Sayang, kenapa menangis ni?”Muzammil mendekatinya.

“Terima kasih abang…kerana menikahi Maria”. Air matanya jatuh perlahan-lahan.

“Kenapa cakap macam ni.?Abang nikahi Maria kerana mencintaimu kerana Allah, dan Maria isteri solehah yang abang idamkan. Abang sepatutnya berterima kasih pada Dhiya yang sanggup menerima abang dan Dhiya.Abang cintaimu selama-lamanya..Insyallah,Doakan agar Allah sentiasa mencurahkan rahmahNya kepada kita.”

Kelihatan Dhiya mengintai mereka dari tepi pintu kamarnya. Dia beransur sihat kini di bawah jagaan Maria yang kini bekerja bersama suaminya di Muzammil Medical Centre. Cepat-cepat Maria meleraikan pelukan suaminya itu. Dhiya meluru masuk memeluk ibu barunya..

“Papa, papa kena tidur kat rumah ibu ke malam ni? Boleh Dhiya tidur sama ngan ibu dan papa tak? ” soal Dhiya sambil tersengih. Maria tersenyum menantikan jawapan Muzammil. Agak lama menantikan sebelum Muzammil menjawab.

“ Malam esok boleh kan sayang?Malam esok balik rumah kita nanti , papa janji kita tidur sama-sama ok,” jawab Muzammil memerhatikan reaksi puterinya.

“Ibu pun janji!” Maria menambah.

“Tapi mana papa letak mafela Dhiya ye?”

“Oh.. ada kat bilik papa. Nanti Dhiya ambik kat bilik papa ye sayang,” Muzammil menjawab sambil tersenyum.

Dia faham Dhiya selalunya tidak boleh tidur tanpa mafela itu. Mafela itu seolah-olah pengganti dirinya semasa ketiadaannya. Memang tidak hairan Dhiya begitu sayangkan mafela itu.

“Alright,papa.Good night papa! Good night ibu!” Dhiya tersenyum tanda setuju lalu keluar setelah bersalam dan mencium pipi papa dan ibunya.

“Kenapa ada kat bilik abang? Mafela tu kan dah jadi Dhiya punya?” Maria sengaja bertanya.

“Semalam Dhiya tidur kat bilik abang. Jadi, ada kat bilik abang lah. Tapi, walaupun abang bagi pada Dhiya, ia tetap mafela kesayangan abang… sebab ia dari seseorang yang abang cintai tanpa abang sedari. Dan sekarang …abang dah milikinya,” kata-kata Muzammil menyebabkan Maria tersentuh. Dia tertunduk malu.

“Kesian pulak kat Dhiya, tak boleh tidur dengan abang malam ni.” Maria cuba mengalih topik.

“Habis tu, sayang tak kesiankan abang?” Maria faham maksud kata-kata Muzammil itu. Malam itu sememangnya milik mereka berdua. Malam yang indah yang mereka sinari dengan cahaya ibadah cinta dalam hubungan mahabbah yang suci dan diredhai olehNya. -layyinul qalbi-



Blog EntryJan 17, '10 5:22 AM
for everyone
Kelebihan Vitamin C Dalam Roselle
www.iLuvislam.com
Dihantar Oleh: hpaonline*
Editor: b_b



Roselle (hibiscus sabdariffa), atau dikenali sebagai pokok asam paya merupakan tumbuhan yang amat tinggi kandungan vitamin C melebihi 20 kali ganda dari yang terdapat dalam keluarga limau (citrus). Vitamin C merupakan anti-oksidan yang terbaik bagi mencegah kerosakan sel hasil dari proses oksidatif dan tindakbalas kimia dalam tubuh. Ia juga sejenis vitamin larut air. Sekiranya diambil berlebihan ia akan dikumuhkan melalui air kencing sahaja.






Roselle tumbuh meliar dengan banyaknya di Sudan. Antara kelebihan Roselle adalah :

1. Anti-penuaan (anti-aging)
Banyak saintis percaya pengambilan Roselle akan melambatkan proses penuaan dan mencegah berlakunya penyakit kronik kerana ia meminimakan kerosakan yang dilakukan oleh radikal bebas.

2. Pencegahan penyakit kardiovaskular
Sakit jantung merupakan pembunuh nombor satu di dunia. Dikenali sebagai ‘the silent killer’. Proses oksidan juga menyebabkan kolesterol LDL1 menebal di arteri2 menyebabkan berlaku kesumbatan arteri. Ini menyebabkan terjadinya penyakit arteriosklerosis3 dan trombosis4 yang membawa maut. Ia juga menjadi punca penyakit tekanan darah tinggi.

3. Pencegahan kanser
Masyarakat yang tinggal di kawasan bandar dan industri terdedah kepada pelbagai pencemaran radiasi, makanan, air dan udara. Risiko terjadinya kanser amat tinggi. Pengambilan Roselle amat baik untuk tujuan pencegahan terutama kanser ‘gastrointestinal’. Mereka yang sering terdedah kepada asap rokok dan pencemaran udara perlu mengambil Roselle sebagai usaha pencegahan penyakit ini.

4. Demam panas dan selsema terutama pada anak-anak kecil
Roselle cepat meredakan panas badan. Daun dan buahnya yang segar boleh dibuat penjaram5, di samping diminum sebagai jus. Rasanya yang masam-masam manis menjadi kegemaran tua dan muda, khasnya anak-anak.

5. Resdung (alergi) dan asma (lelah)
Mempercepatkan proses kesembuhan terutama bersin pagi, mata berair, hidung tersumbat serta gatal-gatal muka adalah menjadi tugas Roselle. Pengambilan bersama herba anti-histamin seperti coscinium plus menambahkan lagi kesan penyembuhan. Roselle juga dipercayai mampu menghilangkan asma serta alergi jika diamalkan berterusan.

6. Stress atau sukar tidur (insomnia)
Stress merupakan masalah rutin masyarakat hari ini. Mereka yang stress kronik perlu mengambil 4–5 biji Roselle setiap hari sebelum tidur. Ia akan bertindak menurunkan suhu badan dan mempengaruhi mood pesakit. Bertindak sebagai ‘penenang’, ia juga mengurangkan dengkur kuat semasa tidur.  Roselle juga digunakan sebagai pengubat luka, selepas pembedahan, kecederaan dan lain-lain lagi.


Glosari:
1 Kolesterol LDL - juga dikenali sebagai kolesterol 'jahat'
2 Arteri - saluran darah berotot yang membawa darah keluar dari jantung
3 Arteriosklerosis - penebalan dinding pembuluh nadi dengan akibat hilangnya kelenturan pembuluh nadi
4 Trombosis -  penyakit yang disebabkan oleh penggumpalan darah yang terjadi di otak (cerebral stroke) mahupun di jantung (myocardial infaction) yang boleh mengakibatkan kecacatan dan kematian
5 Penjaram - sejenis kuih tradisi suku kaum Bajau di Sabah


Sumber : DuniaHerba.net

Salam Aidil Adha semua :) mari bersama mengemakan takbir Kebesaran NYA 

Blog EntryNov 24, '09 10:43 AM
for everyone
SELAMAT MENJALANKAN IBADAH HAJI  DAN SELAMAT MENYAMBUT HARI RAYA AIDIL ADHA SEMUA......


Blog EntryNov 24, '09 12:53 AM
for everyone
Aku Sepasang Kasut Seorang Da'ie
www.iluvislam.com
Dihantar Oleh : syabab_musafir95
Editor : naadherah




Namaku SiPun, aku adalah dari bangsa slipar Jepun. Jenis-jenis lain, juga yang selain daripadaku dijual di merata kedai sukan. Aku telah dibeli semenjak setahun yang lepas. Semenjak itu hidupku mula berubah. Aku menjangkakan tentulah kebanyakan daripada hayatku akan kuhabiskan di trek atau di gimnasium. Tapi jangkaanku meleset. 

Tuanku lebih kerap membawa aku ke masjid-masjid dan ke rumah kawan-kawannya. Aku sempat mencuri-curi dengar kegiatannya dalam kelompok tersebut. Itulah yag dinamakan usrah rupanya. Apa yang ingin ku ceritakan di sini mungkin berguna kepada kalian semua. Berikut adalah pemerhatianku berkenan tuanku. Dia seorang da`i, kekagumanku dengan usahanya telah menginsafkan aku untuk mncoretkan warkah ini.


Dahulu, tuanku hanya berseorangan. Aku selalu ke masjid bersamanya seorang. Di sana beliau mengabiskan masa mendengar ceramah agama, tak cukup dengan itu, habis kedai-kedai buku agama kami kunjungi. Sememangnya dia seorang yang obsesseddengan ilmu pengetahuan. Tafsir al-Qur'an memang selalu dibacanya. Ini membanggakan aku, kerana dapat berbakti kepada seorang yang cintakan ilmu.


Aktivitiku tidak terhad begitu sahaja, aku juga sering dibawa ke kompleks sukan dan padang bola. Yang peliknya aku mendapat ramai kenalan ketika berada di padang, tetapi sering berseorangan ketika dibawa ke masjid.

Dahulu, ini menjadi aktiviti kegemaranku, kerana dengan ini aku mendapat ramai kawan. Mulanya aku agak pelik dengan situasi ini, tetapi lama-kelamaan ramai kenalanku turut serta setiap kali aku ke masjid. Kini fahamlah aku, tuan aku menggunakan padang bola dan kompleks sukan untuk berdakwah rupanya. Masya Allah! Tak sangka juga, dengan aktiviti sukan tuan aku sempat juga mengajak rakan-rakan ke masjid. Sekarang aku tidak bersendiri lagi. Hampir setiap malam tuan aku akan berkunjung ke rumah rakan-rakannya. Di sini aku mengambil peluang untuk bersama dengan rakan-rakanku untuk bertukar pengalaman. Rakan-rakanku amat mengagumi tuanku. Aku tumpang berbangga.


Usrah berjalan hampir setiap malam. Sememangnya tuan aku tidak kenal erti rehat. Baginya tempat rehat adalah Syurga dan masa untuk tidur adalah di alam kubur. Semua kasut akan senyap setiap kali tuan aku mula berbicara. Kaata-katanya penuh hikmah, setiap isi disokong dengan hadis dan ayat al-Qur'an. Tuan aku tidak banyak bercakap apatah lagi perkara yang sia-sia. Aku dapati rakan-rakan tuanku turut kagum dengan kebolehannya.


Apabila bersama rakan, tidak pernah langsung beliau mencerca rakan yang lain. Jika ada perkara yang hendak ditegurnya akan dilakukan dengan hikmah. Aku lebih banyak mendengar beliau memuji orang berbanding mencerca kesalahan orang.



Kini aku masih berbakti lagi. Aku tahu kalian tentu menganggap tulisanku ini gila dan tidak masuk akal. Akan tetapi renungkanlah kata-kataku ini. Aku mungkin kasut, tetapi suatu hari nanti mungkin Tuhan akan memberikanku mulut untuk berkata-kata, untuk bersaksikan apa yang tuan aku telah kerjakan. Pada saat itu akan aku saksikan pada Tuhan apa yang aku nukilkan pada kalian.


Untuk kalian semua contohilah tuanku. Berdakwahlah dengan cara hikmah. Jangan sekali-kali lari dari masyarakat. Terkadang masyarakat di sekeliling kalian suka bersukan, atau mungkin sukakan hiburan. Ikutlah rentak mereka sebagaimana aku menari mengikut irama tuanku. Dalam berkata-kata hendaklah kalian berhati-hati, jauhilah cerca dan maki, lebihkanlah ukhuwwah dan pujian. Sesungguhnya mad`u suka dipuji. Namun puji biarlah ikhlas.


Apabila berbicara gunakanlah al-Qur'an dan al-Hadis. Jangan kalian ikut sesedap mulut, kelak menikam kalian dari belakang. Tambahkanlah ilmu kalian, maka orang akan mendengar cakap kalian. Bukankah Tuhan menjanjikan darjat yang tinggi untuk orang yang berilmu? Jadilah da`i yang serba boleh. Jangan kalian sekatkan skop dakwah kalian, setakat mengajak ke surau dan masjid. Ingatlah, bersukan, muzik, berjalan, itu semua adalah dakwah bagi kalian. Setapak kalian berjalan, mungkin bisa mencampak hidayah ke dalam diri teman kalian.


Oh! Aku memang tidak layak untuk menasihat kalian. Apatah lagi aku hanya sepasang kasut. Kalian tidak perlu memaafkanku kerana aku hanyalah kasut. Tetapi maafkanlah tulisan aku kira aku cuba mengajar kalian, makhluk yang terbaik di sisi Allah. Sebelum lidah kasutku ini bergetar deras, cukuplah dulu nukilan dariku, sepasang kasut seorang da`i.

Glossari:
daie = orang yang mengajak (kepada kebaikan dan meniggalkan keburukan)
mad'u = orang yang diajak oleh orang yang mengajak
usrah = (asal Bahasa Arab) keluarga

artikel asal : http://cintaagong.blogspot.com

Blog EntryNov 24, '09 12:48 AM
for everyone
Mari Kenali Ciri-ciri Kanak-kanak Pintar
www.iluvislam.com
Oleh : Mohd Shahrul Naim*
Editor: naadherah


Sejujurnya saya memang berminat dalam mengkaji topik "kanak-kanak pintar". Izinkan saya berkongsi dengan sahabat-sahabat semua maklumat yang saya dapat: 

cool  Ciri-ciri positif dari aspek fizikal, psikologi dan tingkahlaku kanak-kanak pintar cerdas 

Pengamatan tinggi 
• Menyedari sesuatu dengan lebih teliti berbanding dengan kanak-kanak yang sebaya dengannya yang mungkin akan terlepas pandang 

Keinginan untuk tahu tinggi 
• Ingin mengetahui semua hal seperti objek, idea, keadaan situasi atau sesuatu acara 

Minat mendalam 
• Mungkin akan menfokus sesuatu perkara yang diminati dalam jangka masa sebulan atau mungkin setahun serta akan menjadi terlampau dalam hal tersebut 

Menerima infomasi dengan pantas 
• Selalu diandaikan seperti span,menyerap segala maklumat dengan cepat dan banyak 

Ingatan yang tinggi 
• Selalu dikatakan mempunyai ruang simpanan memori yang luas untuk pelbagai topik serta mampu mengingati semula dengan cepat 

Mungkin dapat membaca lebih awal 

• Kebanyakannya dapat membaca sebelum umur 5 tahun 

Kerap membaca serta meluas 
• Suka membaca bacaan yang meluas dan pelbagai subjek serta membaca dengan pantas

Tatabahasa yang tinggi

• Memiliki penggunaan tatabahasa yang canggih serta banyak dan suka menggunakan perkataan yang baru dan unik 

Tahap penumpuan yang lama 
• Berbanding kanak-kanak normal mereka ini dapat memberi tumpuan yang lebih lama dalam sesuatu perkara kecuali aktiviti tersebut tidak menggunakan daya pemikiran 

Kebolehan menyelesaikan masalah 

• Kanak-kanak pintar cerdas ini mampu untuk menyelesaikan masalah yang sukar untuk ditafsirkan serta memiliki kemahiran berfikir yang tinggi 

Suka bertanya dengan lebih teliti 

• Kebolehan untuk mencipta teori baru terhadap sesuatu benda yang berlaku 

Keupayaan imaginasi yang tinggi 
• Mampu untuk membayangkan sesuatu samada baik atau buruk dan boleh mencipta cerita yang bagus serta boleh menyatakan segala kebimbangannya 

Minat dalam falsafah dan isu-isu sosial 
• Sebagai contoh, perjalanan galaksi,masalah-masalah berkaitan populasi dunia,isu-isu alam sekitar 

Sangat sensitif dari segi emosi dan emosi tingkah laku 
• Mudah kecewa walaupun dalam hal-hal yang kecil tetapi boleh mengalir air mata apabila melihat keindahan matahari terbenam atau mendengar lagu serta sanggup untuk berhenti makan daging kerana sangat simpati terhadap haiwan 

Sangat menitikberatkan hal-hal keadilan 
• Sangat teliti dalam hal-hal betul atau salah bukan sahaja untuk diri sendiri malah untu orang lain 

Bersemangat dan bertenaga 
• Mereka ini kurang tidur berbanding rakan sebaya mereka tetapi mereka masih mampu dan mempumyai tenaga untuk meneruskan kehidupan seharian 

Pandai berjenaka 
• Mampu mencipta suatu situasi jenaka dan melakukan jenaka yang mana rakan-rakan sebayanya langsung tidak memahami 

Sangat teliti dan mementingkan kesempurnaan 
• Tidak suka melakukan kesilapan dan mudah kecewa bila sesuatu tidak dapat dilakukan dengan sempurna 

Perkembangan asynchronous 
• Perkembangan fizikal intelektual, emosi dan sosial adalah tidak sekata sebagai contoh kanak-kanak berumur 6 tahun mungkin seperti kanak-kanak 10 tahun inteleknya, kanak-kanak berumur 8 tahun seperti sosialnya dan kanak-kanak 6 tahun dari segi emosinya 



embarrassed Ciri-ciri negatif dan cabaran yang dihadapi oleh kanak-kanak pintar cerdas 

Permasalah dari segi perkembangan asynchronous 

1. Kanak-kanak pintar cerdas ini boleh memahami secara intelektuel mengenai perkara-perkara abstrak tetapi tidak mampu menagani perkara-perkara yang melibatkan konsep emosi yang mana akan membawa mereka ke arah kebimbangan seperti kematian masa hadapan seksualiti dan isu-isu yang lain 

2. Perkembangan fizikal kanak-kanak pintar cerdas mungkin akan membataskan perkara atau kerja yang mereka berupaya menyelesaikannya melalui gambaran intelek mereka. 
Sikap teliti dan mementingkan kesempurnaan boleh mendorong mereka kearah kekecewaan 

3. Mereka boleh terlibat sama dalam perbualan orang dewasa seperti isu-isu global untuk satu minit tetapi selepas itu mereka akan menangis kerana mainan kegemaran mereka diambil oleh seseorang 

Permasalahan dari segi pertuturan yang kehadapan dan kebolehan memberi alasan 

1. Kanak-kanak pintar cerdas ini biasanya bersikap tidak mahu mengalah dalam apa-apa perkara. Walaupun begitu mereka tetap kanak-kanak dan memerlukan disiplin yang betul sengguh pun mereka itu bijak 

2. Mereka boleh mempengaruhi orang lain. Ibu bapa dan orang dewasa lain perlu mangambil berat supaya mereka tidak menjadi orang yang mampu mempengaruhi orang lain kearah keburukkan. 

3. Mereka juga akan cuba bersikap tunjuk pandai terhadap ibu bapa dan guru 

Permasalahan dari segi sikap teliti dan kesempurnaan serta masalah emosi yang sensitif

1. Sikap kesempurnaan boleh membawa mereka kepada takut terhadap kegagalan sehingga mereka menjadi seorang yang putus asa 

2. Mereka ini memerlukan data-data yang lengkap sebelum manjawap soalan-soalan yang diberikan, mereka sebenarnya lebih suka mencari jawapan sendiri kerana mereka malas untuk bersosial 

3. Sikap sensitivity dan juga perkembangan minda mereka mampu untuk memikirkan hal-hal seperti peperangan, kebuluran, pencemaran, ketidak adilan dan keganasan. Jika mereka terlampau memikirkan isu-isu ini mereka akan mengalami masalah ‘introverted’ dan mungkin menjurus kearah “existential depression”.

*
bukan karya sendiri tetapi diubahsuai 


Blog EntryNov 9, '09 12:03 AM
for everyone


GERIMIS SUBUH

Jangan lepaskan jemarimu
daripada merindukan takdir
usaplah rerambut usia dengan
manis senyuman
kala jasad itu berada di kaki langit kesal
pada suatu Subuh gerimis itu
yang menyembunyikan rahsia.

Pagi itu semuanya beku
laksana air di kutub hidup
mengatur nafas dengan lidah kelu
hanya bayangan puisi Ramadan
akhir untukku
dengan suara lunak merdu.

Pagi itu semua kelu
akar tidak lagi merindu butiran baja biru
Zamzam di alir ke jalur mulut membisu
untuk dikejut daripada lamunan itu.

Bertanya lagi dengan soalan-soalan
menjawab lagi dengan jawapan jawapan
agar pagi itu tidak sejuk membeku
matahari itu tidak mahu lagi muncul di situ.

Sejenak mengingat
mari melihat dengan fikiran jernih
Kuasa-Mu yang boleh meruntuh
gunung dan bukit
ini insan kerdil yang mudah reput
cuma menjadi gila di dunia fana ini.

MOHAMED TAHIR SHAHDAN
Persiaran Citra Delima, Kluang


Blog EntryNov 8, '09 11:47 PM
for everyone

harapan....

bintang bertaburan
memberi harapan...
menyamankan ketika kesejukan
menghadiahkan secangkir senyuman
agar selindung tangisan
untuk bertahan
dengan dugaan TUHAN..

Ya Rabb... berilah aku banyak2 kesabaran dan kekuatan menjalani kehidupan ini..

*********************************

oleh--A. GHAFAR BAHARI- HANYA PUISI

MELANKOLI DINIHARI

Ah... sedihnya malam ini
hujan setitis saja 
menitis perlahan

betapa sunyinya di kegelapan
hanya cengkerik saja
yang berani bernyanyi
lagu luka hatiku ini

mereka semua pergi
melambai lambai tangan
meninggalkan bangku bangku setia
setangkai bunga kusam
diam tertinggal disana
bukan milik siapa siapa

aku melukiskan dia
tercengang cengang
melihat rerama putih 
mencari warnanya
kemana hilang

alangkah sunyinya
mimpi ini
tanpa tetamu 
berjalan sendiri
mencari pagi

... namamu
masih tertulis ditapak tangan ini
di mana terguris lama lukaku dulu.

SENJA SENGSARA

Petang yang diam
sendiri mendengar sunyi bernyanyi
sayu tapi jauh

aku ditinggalkan senja
diatas sejadah hijau berbunga
mengadap kerajaan besarMu
sekerdil diri
tersungkur lama
meratapi
luka- luka lagi
berdarah melimpah

namun engkau jadi penentu
keindahan di sini hanya seketika
dan engkau yang Maha tahu
apa yang bakal berlaku
dari duri yang menghiasi
calar diriku ini
hanya sedikit luka
pun aku tidak dapat menepis
sengsara.

Pages:123456789